Sekitar 100 orang pendukung pemerintah Venezuela menyerbu masuk parlemen dan memukuli sejumlah anggota DPR.
Sejumlah saksi mata mengatakan konfrontasi dimulai sesaat setelah sidang paripurna untuk memperingati Hari Kemerdekaan.
Para pendukung pemerintah tiba-tiba menerobos gerbang gedung parlemen sembari membawa tongkat dan pipa besi, sementara personel polisi militer yang bertugas menjaga keamanan berdiri tanpa berbuat apa-apa, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP .
Julio Borges, seorang politikus Venezuela, merilis cuitan di Twitter bahwa ada lima anggota DPR yang mengalami cedera. Beberapa di antara mereka dibawa ke luar gedung untuk menjalani perawatan.
"Ini tidak seberapa sakit dibanding menyaksikan bagaimana kita kehilangan negara kita setiap hari," cetus anggota DPR, Armando Armas, selagi dimasukkan ke ambulans dengan memakai perban berdarah di kepalanya.
Surat kabar Venezuela, Tal Cual , menyebut serangan dilakukan milisi pro-pemerintah berjuluk "colectivos". Mereka dilaporkan menembakkan mercon dan petasan saat menerobos masuk gedung parlemen.
Sejumlah anggota DPR yang diserang "jatuh ke ubin dan ditendangi", sebut Tal Cual .
Beragam foto dan video yang beredar di media sosial menunjukkan korban penyerangan mengalami luka di kepala. Setidaknya seorang anggota DPR, Americo De Grazia, digotong ke luar gedung.
Selain anggota DPR, menurut Julio Borges, di dalam gedung parlemen terdapat 108 wartawan, mahasiswa, dan pengunjung. Beberapa saksi mata mengatakan kepada kantor berita Reuters beberapa di antara mereka diizinkan ke luar gedung.
Wartawan AFP yang berada di lokasi kejadian mengatakan salah seorang dari para penyerbu membawa senjata api.
